Logan – Digital Actor Ignited

Ketika Star Wars: Rogue One dirilis tahun lalu, muncul banyak diskusi seputar penggunaan teknologi digital untuk membangkitkan aktor yang telah meninggal, contoh nya seperti Peter Cushing yang berperan sebagai Grand Moff Tarkin, hal ini menimbulkan debat seputar peranan aktor digital dalam pembuatan film. Debat ini nampaknya akan terus berlanjut karena tahun ini kejadian serupa terulang kembali dengan dibuat stunt double untuk Hugh Jackman dan Laura (Dafne Keen) dalam film Logan.

(Grand Moff Tarkin – Asli [Kiri] CG [Kanan])

Dalam film besutan James Mangold terbaru untuk francise X-Men. Diceritakan bahwa Hugh Jackman menemukan mutant artifisial yang berasal dari DNA-nya. Mutant tersebut bahkan memiliki cakar adamantium dan kemampuan healing milik-nya. Dalam film ini, Hugh Jackman harus berperan menjadi dua karakter yang berbeda, yakni Logan sendiri dan X-24. Untuk adegan lain seperti adegan action, dibuat dengan head replacement untuk stuntman yang bersangkutan.

(side by side comparison hugh jackman dengan logan)

Walaupun Hollywood sudah sering mengandalkan digital double beberapa tahun belakangan, pekerjaan mereka dalam Logan dapat dinilai sangat seamless. Logan mungkin menjadi contoh penggunaan aktor digital yang baik dalam penyampaian cerita. Kali ini Imagine Engine  diwakili oleh VFX Supervisor Chas Jarret akan memberikan tips seputar digi-doubles yang dibuat hidup dalam film Logan.

Setelah diberi tugas untuk membuat ulang kepala aktor/aktris Keen dan Jackman dalam bentuk CG, tim dari Imagine Engine langsung menyadari sesuatu yang penting. “Semua orang tahu tokoh Logan, pada saat itu challenge terbesar kita adalah membuat Logan sesuai dengan apa yang penonton kenal”. Imagine Engine VFX Supervisor Martyn Culpitt berkata “Kami selalu membandingkan aktor asli dan CG pada setiap scene-nya secara berdampingan”.

(side by side comparison dafne keen dengan laura)

Mereka sebelumnya sudah sering membuat model manusia digital sebelumnya, tapi kebanyakan untuk stunt double dan makhluk humanoid, tapi tidak pernah membuat model CG yang persis dengan aktor aslinya. Ini berarti Imagine Engine harus meningkatkan pipeline kerja mereka untuk mencapai goal itu. “Kami memutuskan untuk membuat semua sistem-nya dari awal”, ujar Culpitt.

Memecah proses kerjanya

Disinilah bagimana versi digital Hugh Jackman dan Dafne Keen dibuat. Mulai dari perencanaan live action ke proses syuting, proses scanning para aktor ke facial rigging kemudian rendering dan compositing. Sebagai tambahan, Imagine Engine juga harus membuat versi muda dan tua untuk aktor Hugh Jackman.

  1. Planning

Secara keseluruhan, VFX Supervisor Chas Jarrett bekerja sama dengan studio previs Halon untuk membuat sebuah scene dengan banyak Hugh Jackman di dalamnya. Ini memberikan James Mangold gambaran umum mengenai dampak penggunaan digital replacement terhadap jadwal shoting dan vfx.

(Photogrammetry scan dan digital Dafne)

  1. Shoting

Ada beberapa peredaan metodologi ketika kita mengerjakan film live action untuk menentukan shot mana yang harus di ganti dengan model CG. Aktor menjadi standin untuk tokoh Logan menggunakan tanda di kepalanya, nantinya tanda tersebut akan digunakan untuk membantu proses tracking. Salah satu head replacement yang ada dalam film adalah ketika Logan sedang mengendarai mobil untuk melarikan diri.

Untuk scene dimana X-24 bertemu dengan Logan untuk pertama kalinya, Hugh Jackman berperan sebagai Logan dan stunt double memerankan X-24. Sebagai referensi untuk shot berikutnya, kami juga merekam adegan dimana Hugh Jackman yang berperan sebagai X-24 dalam scene itu, tentu saja dengan make up X-24. Referensi shot ini kami gunakan sebagai referensi gerakan dan pencahayaan untuk bagian kepala stunt double yang nantinya akan kami ganti dengan model CG. Untuk shot semacam ini kami benar-benar membutuhkan match-moving dan tracking yang hati-hati, apalagi ukuran tubuh stunt double berbeda dengan Hugh Jackman.

([atas] stand in actor – [bawah] head replacement)

Metode facial capture untuk merekam mimik wajah aktor yang asli tidak digunakan pada proyek ini, hal ini dikarena kan head replacement bagian wajah yang akan kami buat tidak akan dipakai untuk adegan dialog. Beberapa titik tracker juga digunakan untuk membantu stand-in dan stunt double dalam proses match moving.

  1. Proses Scan

Para pembuat film mengambil hasil riset yang dilakukan selama bertahun-tahun di bagian pencahayaan dan pembuatan photorealistic visual University of Southern California Institute, di univesitas ini lah wajah Hugh Jackman dan Keen di scan.

Scanning bagian wajah para aktor dilakukan sembari para aktor melakukan reka adegan dengan teknik pencahayaan terbaru milik USC ICT . Hasil scan ini kami rangkai dalam Facial Action Coding System (FACS), totalnya ada 64 gambar wajah.  Ke 64 gambar itu lalu kami satukan menjadi aktor digital yang dapat bergerak dan berekspresi.

Kami juga meminta Hugh Jackman mencukur rambut khas wolverine-nya untuk membantu tim lighting dalam menangkap lebih banyak detail kulitnya. “Hal ini perlu kami lakukan untuk menangkap detail pori-pori pada bagian dahi, dagu dan mulut, kata Culpitt.

Dari proses scan, Imagine Engine menerima-nya dalam bentuk foto Jackman dan Keen dalam berbagai angle kamera, model cg untuk setiap actor dengan beberapa jenis lighting pass. Hasil foto yang kami terima sangat akurat dengan model CG-nya. Hal ini sangat membantu kami dalam proses berikutnya, ujar compositing supervisor Daniel Elophe. “Kami juga menggunakan referensi ini dalam membuat X-24, terutama untuk menghilangkan semua kerutan dan kompleksitas wajah Hugh Jackman.

(Aktor Logan yang dibuat dalam bentuk CG)

  1. Building the head

Memiliki data pencahayaan dan struktur wajah sang aktor merupakan langkah awal Imagine Engine dalam menganimaiskan model CG. Walaupun model CG tersebut tidak akan dipakai dalam adegan dialog tapi kami masih punya kebutuhan untuk membuat bagain kepala seakurat mungkin.

Kami juga punya rigging system yang modular untuk membuat setiap komponennya, kemudian kami menggunakan script untuk membuat keseluruhan rig dari awal hingga akhir, jelas Imagine Engine CG Supervisor Yuta Shimizu.

([atas] stand in actor – [bawah] head replacement)

  1. Animasi wajah

Ketelitian kami dalam menangkap cahaya berhasil di relealisasikan pada setiap model aktor. Dari situ kami akan mengerjakan bagian rambut dengan tools bernama Yeti. Hal yang plaing sulit dalam menganimasikan wajah adalah menjaga tampilan wajah aktor dalam setiap pose. Ketika anda melihat animasinya dalam pose to pose, terutama dengan beberapa angle kamera, kadang model kami tidak terlihat seperti Hugh atau Dafne”, kata Culpit. “Sehingga kami melakukan banyak perubahan sculpting dan mengatur animasi-nya agar lebih mirip”.

Diantara keduanya, wajah Dafne adalah yang paling sulit, karena dalam film dia harus melakukan banyak sekali ekspresi ketika menyerang musuhnya. “Ketika kami melihat wajah Dafne tanpa motion blur kami merasa bahwa itu sudah sangat mirip, hanya saja ketika kami menambahkan motion blur pada shot itu, wajah Dafne tidak terlihat mirip sama sekali !” ujar Elophe.

Pada akhirnya, menyelesaikan bagian mata pada model CG kami merupakan hal yang paling sulit. Saat para penonton melihat karakter dalam film, bagian yang pertama kali mereka lihat dari karakter tersebut adalah bagian mata-nya. Jika kita gagal membuat bagian mata model CG ini mirip dengan aslinya maka penonton akan menyadari perbedaannya dalam sekejap.

“Kami harus menggunakan berbagai gambar HDRI untuk membuat pantulan cahaya pada bagian mata terlihat lebih natural”, jelas Culpitt. “Tanpa itu, model CG kami nampak mati. Kami harus mengatur specular bagian mata untuk memberikan hasil yang maksimal”.

  1. Post Production

Pencahayaan untuk para aktor dibuat dengan toolset open source milik Imagine Engine bernama Gaffer. “Kami membuat beberapa template lampu yang memungkinkan artist kami untuk memodifikasi setting-an sesuka mereka. Mereka juga bisa melakukan preview hasil render dengan lebih cepat, ungkap Shimizu.

(Laura in different clothing being scanned and as a digital double)

Imagine Engine mengadopsi pipeline rendering Solid Angle Arnold untuk mendapatkan shader kulit yang realistis pada wajah model CG. Mereka juga mengimplementasikan sebuah software production management bernama Shotgun. Software shotgun ini bertanggung jawab untuk mengakomodasi setiap perubahan dan penyesuaian yang terjadi pada model CG. Contohnya seperti robekan pada pakaian aktor, cipratan darah, luka dan model rambut semuanya disimpan dalam software Shotgun, ujar Shimizu.

Pengaruh Digital Aktor dimasa yang akan datang

Tidak seperti CG Peter Crushing di Star Wars: Rogue One, model digital Hugh Jackman dan Dafne Keen dalam film Logan tidak dapat dikatakan sebagai pemeran utama, mereka hanya pemeran bantuan (stunt double). Akan tetapi apa yang dilakukan oleh Imagine Engine menunjukan kepada kita, hal apa yang bisa diraih dengan penggunaan aktor digital. Selain Logan, contoh lain yang bisa kita ambil ialah Benedict Cumberbatch dalam Doctor Strange yang digarap oleh Framestone baru-baru ini.

Memiliki aktor digital menawarkan pembuat film untuk lebih fleksibel dalam mengambil shot, terutama untuk beberapa adegan sulit yang membutuhkan bantuan stuntman. Manfaat yang jelas dalam penggunaan model CG seperti ini antara lain adalah menggantikan keberadaan aktor yang mungkin berhalangan hadir pada proses shoting, sehingga proses shoting tidak perlu di ulang.

Namun seperti apapun kasusnya, tidak mudah untuk dapat membuat aktor dalam bentuk CG yang realistis. Hal Ini membutuhkan kombinasi visual effect dan uji coba teknis yang sulit. Seperti yang Daniel Elophe katakan, untuk membuat hal seperti ini para director butuh rasa percaya diri yang tinggi. “Hal seperti ini merupakan langkah yang berat, dimana kita harus membuat aktor digital yang sangat mirp dengan aslinya”.

source